Selamat Datang Sarana Ditjen KA di Sumatera Utara

Setelah melakukan pelayaran selama 8 hari dari Surabaya, akhirnya pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2016 yang di nanti-nantikan pun tiba!

Adalah kapal berwarna merah bernama ‘LAS 2’ yang membawa ‘Paket‘ milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen KA) pada pukul 07.00 WIB merapat di dermaga 101 Pelabuhan Belawan Sumatera Utara. Kapal berjenis LCT ini membawa 1 Unit Lokomotif CC 300, 1 Unit KA Inspeksi “Kaldera Toba”, 10 Unit Gerbong Datar (PPC) 40 ton, 10 Unit Gerbong Ballast ZZOW dan Sebuah Lori Inspeksi yang diperuntukkan untuk menunjang berbagai macam kegiatan dalam proyek pembangunan dan pengembangan jaringan Kereta Api yang dilakukan oleh Ditjen KA khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Adapun dokumentasi pada hari ini adalah sbb :

Pada saat kami tiba di Pelabuhan Belawan sedang berlangsung penurunan sarana Ditjen KA tersebut dari kapal ke rel di Pelabuhan Belawan. Proses penurunan dilakukan menggunakan crane dari kapal ke truk trailer kemudian truk tsb membawa sarana ke rel yang berada di luar dermaga untuk kemudian diturunkan dengan crane lainnya ke atas rel.

4

Adalah sarana berjenis Gerbong Datar bernomor GD 40 16 10 yang pertama kali menjejakkan roda-rodanya di Bumi Sumatera Utara.

3

GD 40 16 10

Setelah itu kami menuju kapal yang bersandar di Dermaga 101. Dan…….

6

Proses penurunan sarana ZZOW ke Trailer.

Yang spesial dan paling ditunggu……..

CC 300 03

1415

KA Inspeksi Kaldera Toba.

18

Banner Pengiriman

22

PPC

21

Bonus Lori Inspeksi 😀

IMG_1489

Dan Kami pun menjadi bagian dari Sejarah Perkeretaapian di Sumatera Utara! 😀

xx

Akhir Kata, Selamat datang Sarana Perkeretaapian Baru di Tanah Deli!

Semoga bisa bermanfaat dengan baik dan memajukan Perkeretaapian di Sumatera Utara!!!

Divre 1 Railfans 2016

Iklan

Dokumentasi Kunjungan Menhub Ke Binjai

Divre 1 Railfans – Pada tanggal 4 Februari lalu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ditemani Plt Gubsu HT Erry Nuradi, anggota DPR RI Anton Sihombing, pejabat KA Regional I Sumut-Aceh dan Pj Wali Kota Binjai Riadil Akhir Lubis melakukan kunjungan kerja ke stasiun Binjai dalam rangka meninjau proyek pembangunan kembali (reaktivasi) jalur KA sepanjang 80km antara Binjai s/d Besitang. Menurut berita yang dimuat di media lokal maupun nasional menhub mengatakan bahwa tidak ada masalah berarti dalam pembangunan jalur KA tersebut dan ditargetkan selesai serta beroperasi penuh di tahun 2017 juga terhubung dengan jalur Trans Sumatera Railway menuju Aceh.

Dari pantauan yang DR1RF lakukan selama ini pembangunan jalur Binjai – Besitang sejauh 80km masih terputus-putus. Hal tersebut dikarenakan masih terkendala banyaknya jembatan yang belum dibangun terutama 3 jembatan besar di lintas ini yaitu Jembatan Sei Wampu (Stabat), Batang Serangan (Tanjung Pura) dan Jembatan Tangkahan Lagan (Babalan, Pangkalan Brandan).

Berikut dokumentasi kegiatan Menhub :

DSC08240

KLB Rombongan Menhub Berangkat dari Stasiun Binjai.

DSC08242

KLB Melintas PJL Jalinsum Binjai – Banda Aceh

DSC08244

Rombongan tiba di Lokasi Inspeksi Km. 3+000

DSC08256

Berdiskusi di Lokasi Inspeksi Km. 3+000

DSC08260

Memberi Keterangan Pada Awak Media

Foto Oleh : Deni Okta | DR1RF

Liputan Ke-5 #SemangatReaktivasi Lintas Binjai – Besitang Divre1Railfans

Haloooooooooo kawan-kawan dimanapun berada! kali ini Divre1Railfans kembali untuk nulis di blog lagi! sebenarnya blog ini sudah ada sejak 2013 tapi nggak pernah diurusin dan terbengkalai gitu aja sehingga blog kita ini menjadi usang, sepi, berdebu, sarang laba-laba dimana-mana… (mirip hatimu mblo wkwk). Postingan pertama kita di tahun 2016 ini adalah soal update ke 5 pembangunan kembali (reaktivasi) di lintas Binjai – Besitang, dimana liputan-liputan sebelumnya ( 1 s/d 4 ) sudah kami share di fanpage facebook Divre 1 Railfans dengan tagar #SemangatReaktivasi. FYI, proyek reaktivasi ini merupakan bagian dari Pembangunan jalur Kereta Api Trans Sumatera ( Trans Sumatera Railways) yang membentang di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera dan akan menghubungkan Kota Banda Aceh Hingga ke Lampung.

Daripada banyak omong yuk disimak perjalanan kami hari ini!

Selasa, 12 Januari 2016 admin dan mbah Rio berangkat menuju menuju Stasiun Besitang, Perjalanan Medan-Besitang sejauh kurang lebih 98 Km ditempuh dalam waktu 1 jam 35 menit.

1

Stasiun Besitang, 12 Januari 2016

Taraaaaaa….. !! Ketika kami tiba ternyata belum ada tanda-tanda pengerjaan di Sekitar Stasiun Besitang. Karna masih belum ada tanda-tanda perbaikan maka kami putuskan untuk meninggalkan lokasi dan menuju Kota Besitang yang berjarak 1km dari Stasiun untuk istirahat sholat dzuhur dan makan siang, pukul 14.00 perjalanan kami lanjutkan kembali.

2

Perlintasan di Km. 78 Bij – Besitang

Kemudian kami kembali menuju ke arah kota Medan dan di Simpang 3 Pangkalan Susu kami berbelok ke kiri lalu berhenti di Viaduct Jalan Raya Pangkalan Brandan – Pangkalan Susu.

3

Viaduct Jalan Pangkalan Brandan – Pangkalan Susu (Km. 8+500/73+500)

Setelah melihat – lihat dan mendokumentasikan kondisi di sekitar viaduct kami kemudian menyusuri railbed ke arah Besitang lagi.

4

Menyusuri Railbed ke arah Besitang

Namun setelah ditelusuri sejauh kurang lebih 1 Kilometer ternyata pengerjaan penimbunan dan penguatan struktur railbed terhenti di Km. 9+550 (74+550)

5

Batas Penimbunan di Km. 9+550 (74+550)

6

Rel Type R25 yang masih terpasang di Km. 9+750 (74+950)

Artinya pengerjaan railbed di Lintas Binjai – Besitang baru sampai Km 74+950 atau Masih 5 Kilometer lagi menuju Stasiun Besitang.

Setelah dari lokasi tersebut kemudian kami berbalik ke arah viaduct tadi dan memutuskan untuk menyusuri railbed lagi ke arah Pangkalan Brandan.

7

Bukit yang dipapras di Km.7+600 (72+600)

8

Tikungan Sebelum Jembatan Tangkahan Lagan

9

Pengerjaan di Sekitar Jembatan Tangkahan Lagan

10

Antrian Truk Untuk Bongkar Muat di Km. 5+500 (70+500)

Menjelang kota Pangkalan Brandan pengerjaan railbed masih ada yang belum selesai karna ada yang melewati pipa gas milik Pertamina (maaf tidak didokumentasikan)

11

Pos JPL 4 di Perlintasan Jalan Lintas Sumatera Lintas Pangkalan Brandan-Besitang, Kota Pangkalan Brandan

Pukul 15.00 Wib, Setelah menyusuri railbed sejauh kurang lebih 10 kilometer akhirnya kami pun tiba di Stasiun Pangkalan Brandan. Bangunan bersejarah asli buatan DSM yang non-aktif sejak 2008 ini pun masih terlihat luar biasa! Semoga ketika nanti beroperasi dan di perbaiki akan tetap cantik yaa 😀

12

Stasiun Pangkalan Brandan, 12 Januari 2016

13

Ujung Emplasemen Stasiun Pangkalan Brandan. Lurus Medan, Kanan Besitang

Setelah berhenti sejenak dan mendokumentasikan beberapa foto kami lanjutkan perjalanan dengan menyusuri railbed lagi ke arah Binjai, namun sekitar 500 kami menyusuri railbed ada pengerjaan penimbunan di depan dan kami pun keluar menuju Jalinsum Medan-Banda Aceh dan menuju lokasi selanjutnya. Jembatan Sei Pelawi!

14

Jembatan Sei Pelawi Km. 62+800

15

Lengkung Cantik Sebelum Memasuki Jembatan Sei Pelawi dari Arah Binjai

Setelah Jembatan Sei Pelawi kami menuju Stasiun Tanjung Pura. Namun sebelumnya kami sempatkan singgah sebentar di Stasiun Gebang untuk mengambil gambar ini (maaf miring 😛 )

16

Gebang Km. 55+600

Dan pukul 15.35 kami tiba di stasiun Tanjung Pura (Km. 46+400)

17

Stasiun Tanjung Pura, 12 Januari 2016

18

Sebelum Masuk Tanjung Pura dari Arah Binjai

Setelah Tanjung Pura, Kami menuju Stasiun Stabat, Inilah hasil dokumentasinya :

19

Sebelum Jembatan Sei Batang Serangan, Tanjung Pura

20

Jembatan Sei Batang Serangan, BH 100

Untuk keterangan lokasi dalam foto diatas, rencananya jembatan akan digeser ke kanan sejajar rel, belum tahu kapan pengerjaannya.

21

Lokasi Eks Stasiun Tanjung Selamat (Bangunan Lama Sudah Dirubuhkan) Km. 32 + 800

22

Sinyal Masuk Stabat dari Arah Pangkalan Brandan

23

Emplasemen Stasiun Stabat Km. 22+500

Setelah dari Stasiun Stabat kami melanjutkan kembali perjalanan menyusuri sisi Railbed sampai dengan lokasi favorit kami.

Dan, Taraaaaaaa…….!! Jembatan Sei Wampu Hahahahaha

24

Jembatan Sei Wampu DSM

Ntah kenapa tempat ini menjadi favoritnya Divre1Railfans, makannya kalo mblusukan ke lintas Barat Divre 1 (Binjai – Besitang) rasanya kurang afdol kalau belum mampir kemari hahaha.

Setelah berhenti sejenak sambil memandang-mandangi jembatan yang menurut kami paling cantik di Sumatera Utara ini kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Kp. Pantegemi yang berjarak kurang lebih 2 Km dari jembatan ini untuk istirahat sambil melaksanakan solat ashar, karna tidak bisa lagi lewat atas railbed kami lewat di sisi kanan bawah railbed. Tuh lihat tinggi railbed barunya hahaha 😀

25

Railbed baru di Sekitar Km. 19+800

Dan pada pukul 17.15 setelah melaksanakan solat ashar kami melanjutkan perjalanan menuju Binjai sambil melakukan beberapa dokumentasi terakhir.

26

08-275 Unimat Stabling di Km. 4+000

27

Lengkung Cengkeh Turi Yang Sudah Miring Hahaha

28

Palang Perlintasan Baru di Perlintasan No. 3 Pasar Pagi Binjai

Pukul 18.20 Tiba di Stasiun Binjai, Tampak MPJR Duomatic 09-32 CSM & Unimat Compact 08-275/3S ditutupi terpal.

29

Ngumpet

Demikianlah perjalanan liputan dokumentasi #SemangatReaktivasi ke-5 kali ini. Untuk dokumentasi 1 sampai 4 bisa dilihat di album fanpage kami dengan link dibawah ini :

  1. 22 Agustus 2015
  2. 4 Oktober 2015
  3. 4 November 2015
  4. 22 November 2015

Terimakasih atas waktu luangnya untuk membaca blog ini, semoga bermanfaat!

Salam Divre1Railfans 🙂

 

 

Sejarah Perkeretaapian Di Sumatera Utara

Gambar

Pembangunan jaringan Kereta Api di tanah Deli merupakan inisiatif dari J.T. Cremer, seorang manajer perusahaan perkebunan NV. Deli Matschappij yang menganjurkan agar jaringan Kereta Api di tanah Deli sesegera mungkin dapat dibangun mengingat pesatnya perkembangan perusahaan perkebunan Deli.
Berdasarkan surat keputusan (beslit) Gubernur Jenderal Belanda di Batavia, maka pada tanggal 23 Januari 1883, permohonan konsesi dari pemerintah Belanda untuk pembangunan jaringan kereta api yang menghubungkan Belawan – Medan – Delitua – Timbang Langkat (Binjai) direalisasikan. Pada bulan Juni 1883, izin konsesi tersebut dipindahtangankan pengerjaannya dari NV Deli Matschappij kepada NV Deli Spoorweg Matschappij (DSM). Pada tahun itu pula, presiden komisaris DSM, Peter Wilhem Janssen merealisaikan pembangunan rel kereta api pertama sekali di Sumatra Timur yang menghubungkan Medan-Labuhan yang diresmikan penggunaanya pada tanggal 25 Juli 1886.
Perkembangan jaringan kereta api cukup signifikan sejalan dengan ekspansi pengusaha perkebunan ke beberapa kawasan di Sumatra Timur. Pada tahun 1888 kawasan-kawasan seperti Belawan, Delitua dan Binjai telah dapat dilalui oleh kereta api. Pembangunan jaringan kereta Api Labuhan-Belawan tercatat pula Tjong A Fie (seorang pengusaha dan jutawan Kota Medan) sebagai donatur. Demikian pula sejak tahun 1902, pembangunan kereta api dilanjutkan dengan menghubungkan antara Lubuk Pakam-Bangun Purba yang dapat digunakan pada tahun 1904. Selanjutnya, pada tahun 1916 dibangun jaringan Kereta Api yang menghubungkan Medan-Siantar yang menjadi pusat perkebunan Teh. Pada tahun 1929-1937 turut pula dibangun jaringan Kereta Api yang menghubungkan Kisaran-Rantau Prapat.
Hingga pada tahun 1940 DSM telah membangun jaringan kereta api di Sumatera Timur sepanjang 553.223 Km.
Pasca Indonesia merdeka dan memasuki awal tahun 1950-an, kabinet pemerintahan Indonesia dibawah kendali Presiden Soekarno melakukan nasionalisasi aset pemerintah kolonial Belanda menjadi milik pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu, jaringan Kereta Api Deli (DSM) dan jaringan Kereta Api Aceh (ASS) dinasionalisasi hingga akhirnya saat ini jalur kereta api tersebut diusahakan dan dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia Divisi Regional 1 Sumut-NAD.

%d blogger menyukai ini: