Divre 1 Railfans Ke Aceh Lagi!

Halo Divre 1 Railfans balik lagi!

Di tulisan kali ini kami akan menceritakan perjalanan kami ke Prov. Nangroe Aceh Darussalam untuk yang kedua kalinya. Pada cerita yang pertama ( bisa dibaca disini dan disini ) tujuan perjalanan kami adalah untuk mengobati rasa penasaran kami dan melihat seberapa jauh progress pembangunan jaringan KA di Provinsi Aceh. Sedangkan pada perjalanan yang kedua kali ini, tujuan utama kami adalah untuk mencoba dan merasakan bagaimana sensasi naik Kereta Api Perintis Cut Meutia yang beroperasi menggunakan rel bergauge 1435mm (Standard Gauge) di lintas Kr.Mane – Kr.Geukuh sejauh 11,3 Kilometer yang baru saja dilakukan soft launching dan dioperasikan kembali oleh pejabat dari PT. KAI dan Kemenhub pada tanggal 3 November 2016 yang lalu (Link Berita).

Perjalanan dimulai dari Medan pukul 22.00 WIB. Kemudian kami sempat singgah di Kota Langsa untuk bersantai dan beristirahat sebelum pada akhirnya melanjutkan perjalanan kembali dan tiba di Kota Lhokseumawe pada pukul 05.15 WIB.

Di Kota Lhokseumawe kami pun beristirahat sebentar sembari menunggu hari terang. Setelah beristirahat dan mandi perjalanan kami lanjutkan kembali menuju Stasiun Kr. Mane untuk naik KA Perintis dari Stasiun tersebut.

Pukul 07.15 kami tiba di stasiun Krueng Mane, dan kami bertiga adalah penumpang pertama di stasiun pada hari itu.

1

Suasana Stasiun Krueng Mane +16m

img_5212

Tiket Thermal U85F, Hanya 1000 rupiah!

3

Padahal Belum Ada Jaringannya Hahaha

jpeg

KRDI tiba di Stasiun Kr. Mane (Foto dari Screenshot Video)

4

Papan Nama Kereta. “Kereta Perintis”

5

Interior KRDI

6

Interior KRDI

7

Kereta Taun 2008 tapi diganti jadi 2013 😛

7a

Peta Jaringan diatas KA.

4a

Pukul 07.30 Kereta berangkat menuju Kr. Geukuh, dengan jaringan rel hanya sepanjang 11,3 km kecepatan operasional KA pun dibatasi hanya 30km/jam. Di lintasan sepanjang 11,3 km ini banyak sekali perlintasan sebidang terutama perlintasan yang menjadi jalan akses warga. Data dari crew JJ menyebutkan ada kurang lebih 250 perlintasan di sepanjang jalur KA dan hanya 5 yang dijaga (WTF!?). Selain perlintasan liar di lintas ini pun banyak hewan ternak yang berkeliaran sehingga terkadang KA pun harus berhenti agar tidak menabrak kawanan hewan tersebut. Dan di lintas ini pun belum terpasang prasarana persinyalan dan telekomunikasi untuk operasional KA.

08.05 KRDI Cut Meutia tiba di stasiun akhir Kr. Geukuh.

9

Kr. Geukueh +9m

8

KRDI di Stasiun Kr. Geukueh (Krukuh)

11

Foto Bareng Duluuu.

12

Lagiiii.

Bonus

10

Kabin Masinis KRDI

Kembali lagi menuju Stasiun awal Kr. Mane dengan Nomor KA U86 F, kami bertemu rombongan anak-anak dari TK Seulanga dan TK Raja Lanyang yang akan berwisata menggunakan moda transportasi ini.

12a

Rombongan di Stasiun Kr. Geukuh

1314

15

Kondektur memberikan penjelasan kepada anak – anak.

Mungkin di daerah lain kegiatan seperti ini merupakan hal yang sudah biasa, namun di wilayah sub. divre 1 Aceh kegiatan ini merupakan hal yang baru. Semenjak awal dioperasikan kembali banyak anak – anak dari sekolah TK dan SD yang berwisata menggunakan moda transportasi KA ini, manfaatnya selain berwisata juga mengenalkan, mengedukasi serta menumbuhkan kecintaan terhadap Kereta Api. Selama perjalanan anak – anak diedukasi tentang Kereta Api dan tentang bagaimana cara mengoperasikan kereta api. Anak – anak ini pun diimbau untuk tidak bermain di sekitar lintasan KA karna merupakan hal yang sangat berbahaya.

Selain anak – anak TK dan SD banyak pula warga yang jauh – jauh datang dari wilayah lain seperti Bireun, Lhokseumawe bahkan Sigli untuk mencoba naik KA yang tiketnya hanya seharga 1000 rupiah ini, selain mengobati penasaran mungkin bagi warga yang lainnya juga ingin bernostalgia naik KA seperti pada saat era KA bergauge 750mm beroperasi di Provinsi Aceh.

Sekedar informasi, di akhir pekan dan hari libur KA ini benar – benar menjadi “KA Wisata” karna pada hari libur okupansi penumpangnya sangat ramai sampai tiket yang dijual pun habis tak tersisa! Masinisnya bilang kalau hari minggu odong – odong menjadi tak laku karna warga lebih senang naik Kereta Api yang sesungguhnya Hahahaha.

KRDI Tiba di Stasiun Bungkaih.

16

Bungkaih +7m

17

KA diberangkatkan Kembali

Kemudian tibalah di stasiun akhir Kr. Mane.

18

Foto bersama rombongan TK Seulanga & TK

Setelah puas mencoba naik KRDI ini kami menuju arah Bireun untuk melihat progress pembangunan jaringan rel di Provinsi Aceh. Perkembangan yang terlihat di lapangan adalah sedang ada pembangunan lanjutan di underpass Jalinsum Medan – Banda Aceh dan juga pemasangan girder Jembatan KA di Blang Keude Kec. Gandapura, Kab Bireun (5.232178, 96.884586).

1920

Setelah itu kami sempatkan mampir ke mess crew KA yang berada di Stasiun Bungkaih untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri.

22

KRDI sedang beristirahat dan dibersihkan di Dipo.

21

NR 1435mm terparkir di Bungkaih.

Sebelum pulang kami diajak untuk menghadiri syukuran di rumah salah satu karyawan di stasiun dan ternyata beliau adalah petugas loket yang melayani kami di Stasiun Kr. Mane pada pagi tadi Hahaha.

23

Makan – Makan.

Setelah acara selesai kami pun pulang ke Medan dengan hati yang senang dan perut yang kenyang! 😛

Tak lupa pada tulisan kali ini kami pun mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada crew KA Divre 1 yang telah memperkenankan kami untuk ikut dalam dinasan pada hari itu dan memperkenankan kami untuk beristirahat di mess crew KA Bungkaih. Selamat bertugas dan sampai berjumpa kembali di lain kesempatan!

Salam, Divre 1 Raifans

Iklan

About divre1railfans

Komunitas Pencinta dan Peduli Kereta Api di Sumatera Utara Sejak 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: