Halo, Divre1Railfans balik lagi!

Kali ini tentang cerita lanjutan dari perjalanan kami ke Provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu (baca : Part 1 )

Di bagian ke 2 ini akan menceritakan tentang kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian di Sub-Divre 1.1 Aceh yang beroperasi pada tanggal 1 Desember 2013 s/d Agustus 2014 sebelum pada akhirnya berhenti beroperasi dikarenakan alasan keamanan dan kurangnya dana operasional. Jaringan perkeretaapian Aceh yang sempat beroperasi ini memiliki panjang kurang lebih 11 kilometer dengan 3 stasiun pemberhentian yaitu Krueng Mane – Bungkah dan Krueng Geukuh, dimana jarak antar stasiun sekitar kurang lebih 5 kilometer.

Foto – Foto Kondisi Sarana & Prasarana Perkeretaapian Sub-Divre 1.1 Aceh 20 Maret 2016.

Stasiun Krueng Mane

001
Krueng Mane

Stasiun ini merupakan stasiun awal (Kilometer 0+000) di lintas ini dan juga titik awal pembangunan jalur KA menuju Bireun. Stasiun yang berada di Kecamatan Muara Batu di Kabupaten Aceh Utara ini juga hanya berjarak kurang lebih 100m dari bibir pantai yang menghadap langsung ke Selat Malaka. Kondisi stasiun ini sendiri tak terawat, kaca-kaca di bangunan ini banyak yang pecah dan ruangan didalamnya pun berantakan.

002
Emplasemen Stasiun Krueng Mane, 100m dari Bibir Pantai Selat Malaka
003
Foto Keluarga di Stasiun Krueng Mane

Kondisi lintasan KA Antara Kr. Mane – Bungkah yang berada di sisi Jalan.

004

Stasiun Bungkah

Stasiun yang berada di Desa Bungkaih, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara ini merupakan Stasiun yang berada ditengah-tengah antara Kr. Mane & Kr. Geukuh, di stasiun ini pula terdapat sebuah Dipo tempat pemeliharaan Sarana KRD yang beroperasi di lintas ini. Kondisi Stasiun ini cukup terawat karna ada yang merawat dan menjaganya, hal ini sepertinya disebabkan oleh adanya sarana yang dirawat juga (KRD) di Stasiun ini.

FYI, KRDI yang berada di Aceh ini merupakan KRDI generasi pertama di Indonesia yang dibuat oleh INKA pada tahun 2008 bersamaan dengan KRDI Kaliagung & Banyubiru yang beroperasi di Daop 4 Semarang. Namun KRD ini memiliki perbedaan gauge dengan KRD lainnya. Perbedaan lain juga terletak pada rangkaiannya, Jika KRDI lain di Indonesia memiliki 4 kereta pada tiap rangkaiannya KRDI Aceh hanya terdiri dari 2 kereta saja.

005
Stasiun Bungkah
007
Dipo KRD

KRDI yang hanya terdiam di dipo.

008
KRDI Aceh
009
Nomor Sarana KRDI Aceh

Foto bareng KRDI Aceh dari luar Dipo

010
Foto Keluarga di Bungkah

Setelah dari Stasiun Bungkah kami menuju Stasiun terakhir yaitu Kr. Geukuh, dan kami menemukan jembatan yang bentuknya menurut kami cukup unik di lintas ini. Kenapa unik? Karna jembatan ini merupakan jembatan beton yang memiliki rangka baja diatasnya. 5.256890, 96.975240

Stasiun Krueng Geukuh

Stasiun terakhir di lintas ini, berada di Kota Krueng Geukeh dan bersebelahan dengan Pelabuhan Kreung Geukeh. Namun justru kondisi stasiun yang paling dekat dengan keramaian masyarakat ini malah lebih parah dibanding 2 stasiun sebelumnya. Kondisinya selain tidak terawat juga ditengah emplasemennya ditumbuhi pohon yang ukurannya sudah cukup besar –”

013
Bangunan Stasiun Krueng Geukueh
014
Emplasemen Stasiun Kr. Geukeuh arah Lhokseumawe
015
Emplasemen Stasiun Kr. Geukueh arah Bungkah

Di Stasiun ini pula terdapat Gerbong Penolong yang baru tiba di Aceh pada bulan Februari 2015 lalu (Link Berita) Kondisi Gerbong Penolong bernomor SN 0 14 01 ini tidak terawat, terpalnya pun sudah rusak padahal tidak pernah beroperasi sejak sarana tersebut tiba di Aceh.

016
SN 0 14 01

Demikianlah kondisi Sarana dan Prasarana perkeretaapian di Sub.Divre 1.1 Aceh, semoga perkeretaapian Aceh dapat bangkit dan beroperasi kembali.

Bonus, Stasiun Krueng Geukuh eks ATT/ASS

iMG_1826
Stasiun Kr.Geukuh Atjeh Tram

Sekian dari kami.

Salam, Divre 1 Railfans

#Divre1Railfans

Iklan