Archive | April 2016

Ujicoba KA Barang Angkutan Petikemas Divre 1 Sumatera Utara

Kamis (28/04) dijalankan sebuah Kereta Luar Biasa (KLB) yang akhirnya muncul kembali setelah 10 tahun lebih berhenti beroperasi. Adalah KLB bernomor 10971 yang membawa Petikemas dari Area PT Sumatera Tobacco Trading Company (STTC) menuju Pelabuhan Belawan. Ujicoba kali ini mengawali kembalinya kerjasama yang sempat terhenti antara PT Kereta Api Divisi Regional 1 Sumatera Utara (PT KAI Divre 1 SU) dengan PT STTC untuk mengangkut boks-boks Petikemas melalui Jalan Baja menghindari padatnya Jalan Lintas Sumatera Medan – Tebing Tinggi.

IMG_2497

IMG_2533

Harapan kami tentunya semoga hal ini dapat berjalan baik dan diikuti pula oleh perusahaan – perusahaan logistik lainnya untuk mengikuti jejak PT STTC untuk mengurangi beban jalan raya dengan menggunakan angkutan KA. Ayoooo masih banyak tuh Gerbong Datar yang belum terpakai di Divre 1 !! hihihi

Salam

Divre 1 Railfans

 

Iklan

Melihat Lori di Aekloba

Halo, kami punya cerita lagi nih! Cerita kali ini adalah tentang salah satu jaringan Decauville Train di Sumatera Utara atau yang lebih populer dengan istilah “Muntik”. Jaringan “Muntik” yang akan kami bahas adalah jaringan Decauville aktif milik Pabrik PT. Socfindo yang berada di Desa Aekloba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Berdasarkan cerita yang kami dapat dari salah seorang pekerja di pabrik tersebut adalah bahwa jalur “muntik“ ini jalan setiap hari kerja (senin – sabtu) yang memiliki panjang sekitar 7km dan menghubungkan antara pabrik dengan tempat muat buah kelapa sawit atau yang biasa disebut dengan istilah “tuangan”. Pabrik PT. Socfindo Aekloba sendiri memiliki 2 tuangan buah kelapa sawit yang dilayani oleh jaringan “muntik” ini, pertama mengarah ke perkebunan di wilayah utara pabrik yang melintasi Jalan Lintas Sumatera Medan – Pekanbaru (tuangan 1) sejauh ± 9km dan yang kedua mengarah ke areal perkebunan di wilayah selatan pabrik yang jalurnya berpotongan dengan rel KA aktif Medan – Rantauprapat (tuangan 2) yang berjarak ±5km. Pada saat Divre1Railfans mengunjungi pabrik tersebut pada hari Minggu 10 April 2016 yang lalu, terlihat tidak ada aktifitas di areal pabrik dikarenakan hari libur. Jadi tidak ada juga kegiatan angkutan lori yang melayani lintasan kebun s/d pabrik.

Jadi, langsung saja! Berikut dokumentasi Perjalanan Divre1Railfans menuju Aekloba :

Perjalanan dimulai dari Medan menggunakan KA U44 Sribilah Pagi.

001

CC 201 96 Melayani KA U44 Sribilah Pagi, 10 April 2016.

002

Berangkat Menuju Aekloba, K1 0 81 07.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih selama 4 jam, 30 menit kamipun tiba di Stasiun Aekloba.

Stasiun Aekloba

Stasiun Aekloba.

Setelah beristirahat sejenak di Stasiun Aekloba kami berjalan ke arah sinyal keluar menuju Medan.

Jalur Lori/Muntik yang memotong rel aktif Kisaran - Rantauprapat

Jalur Lori/Muntik yang memotong rel aktif Medan – Rantauprapat.

Sinyal untuk lori dari arah Kebun (Tuangan 2)

Sinyal untuk lori dari arah Kebun (Tuangan 2)

Rel Lori/Muntik menuju Kebun (Tuangan 1)

Rel Lori/Muntik menuju Kebun (Tuangan 1)

Lihat Relnya 😀

Lebar Penampang Rel Lori yang hanya selebar ruas Jari.

Lebar Penampang Rel Lori yang hanya selebar ruas Jari.

Suasana di Areal Pabrik.

Gerbong Lori Berisi Penuh Sawit di Pabrik Socfindo Aekloba

Gerbong Lori Berisi Penuh Sawit di Pabrik Socfindo Aekloba.

Rangkaian Gerbong yang sudah dibongkar muatannya.

Rangkaian Gerbong yang sudah dibongkar muatannya.

Dan…

The Aekloba Squad!

The Aekloba Squad!

Hanya Stabling Karna Libur.

Hanya Stabling Karna Libur.

'The Number 1' Stabling di Depan 'Bengkel Loco'.

‘The Number 1’ Stabling di Depan ‘Bengkel Loco’.

Yang sedang menjalani perawatan 😀

Gerbong lori yang sedang menjalani Perawatan di 'Bengkel Seksi Gerbong'

Gerbong lori yang sedang menjalani Perawatan di ‘Bengkel Seksi Gerbong’

Narsis Dulu! 😀

DR1RF

DR1RF

Setelah puas mendokumentasikan berbagai hal mengenai lori – lori tersebut kami pun bersiap untuk pulang kembali ke Medan. Tapi sebelum pulang…..

Narsis Sekali Lagi!

Narsis Sekali Lagi!.

Dan akhirnya pada pukul 16.59 jemputan kami menuju Medan datang.

KA U45 tiba di Stasiun Aekloba.

KA U45 tiba di Stasiun Aekloba.

Demikianlah cerita perjalanan kami, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai perkeretaapian di Sumatera Utara.

Salam, Divre1Railfans

Divre 1 Railfans to Aceh – Part 2

Halo, Divre1Railfans balik lagi!

Kali ini tentang cerita lanjutan dari perjalanan kami ke Provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu (baca : Part 1 )

Di bagian ke 2 ini akan menceritakan tentang kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian di Sub-Divre 1.1 Aceh yang beroperasi pada tanggal 1 Desember 2013 s/d Agustus 2014 sebelum pada akhirnya berhenti beroperasi dikarenakan alasan keamanan dan kurangnya dana operasional. Jaringan perkeretaapian Aceh yang sempat beroperasi ini memiliki panjang kurang lebih 11 kilometer dengan 3 stasiun pemberhentian yaitu Krueng Mane – Bungkah dan Krueng Geukuh, dimana jarak antar stasiun sekitar kurang lebih 5 kilometer.

Foto – Foto Kondisi Sarana & Prasarana Perkeretaapian Sub-Divre 1.1 Aceh 20 Maret 2016.

Stasiun Krueng Mane

001

Krueng Mane

Stasiun ini merupakan stasiun awal (Kilometer 0+000) di lintas ini dan juga titik awal pembangunan jalur KA menuju Bireun. Stasiun yang berada di Kecamatan Muara Batu di Kabupaten Aceh Utara ini juga hanya berjarak kurang lebih 100m dari bibir pantai yang menghadap langsung ke Selat Malaka. Kondisi stasiun ini sendiri tak terawat, kaca-kaca di bangunan ini banyak yang pecah dan ruangan didalamnya pun berantakan.

002

Emplasemen Stasiun Krueng Mane, 100m dari Bibir Pantai Selat Malaka

003

Foto Keluarga di Stasiun Krueng Mane

Kondisi lintasan KA Antara Kr. Mane – Bungkah yang berada di sisi Jalan.

004

Stasiun Bungkah

Stasiun yang berada di Desa Bungkaih, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara ini merupakan Stasiun yang berada ditengah-tengah antara Kr. Mane & Kr. Geukuh, di stasiun ini pula terdapat sebuah Dipo tempat pemeliharaan Sarana KRD yang beroperasi di lintas ini. Kondisi Stasiun ini cukup terawat karna ada yang merawat dan menjaganya, hal ini sepertinya disebabkan oleh adanya sarana yang dirawat juga (KRD) di Stasiun ini.

FYI, KRDI yang berada di Aceh ini merupakan KRDI generasi pertama di Indonesia yang dibuat oleh INKA pada tahun 2008 bersamaan dengan KRDI Kaliagung & Banyubiru yang beroperasi di Daop 4 Semarang. Namun KRD ini memiliki perbedaan gauge dengan KRD lainnya. Perbedaan lain juga terletak pada rangkaiannya, Jika KRDI lain di Indonesia memiliki 4 kereta pada tiap rangkaiannya KRDI Aceh hanya terdiri dari 2 kereta saja.

005

Stasiun Bungkah

007

Dipo KRD

KRDI yang hanya terdiam di dipo.

008

KRDI Aceh

009

Nomor Sarana KRDI Aceh

Foto bareng KRDI Aceh dari luar Dipo

010

Foto Keluarga di Bungkah

Setelah dari Stasiun Bungkah kami menuju Stasiun terakhir yaitu Kr. Geukuh, dan kami menemukan jembatan yang bentuknya menurut kami cukup unik di lintas ini. Kenapa unik? Karna jembatan ini merupakan jembatan beton yang memiliki rangka baja diatasnya. 5.256890, 96.975240

Stasiun Krueng Geukuh

Stasiun terakhir di lintas ini, berada di Kota Krueng Geukeh dan bersebelahan dengan Pelabuhan Kreung Geukeh. Namun justru kondisi stasiun yang paling dekat dengan keramaian masyarakat ini malah lebih parah dibanding 2 stasiun sebelumnya. Kondisinya selain tidak terawat juga ditengah emplasemennya ditumbuhi pohon yang ukurannya sudah cukup besar –”

013

Bangunan Stasiun Krueng Geukueh

014

Emplasemen Stasiun Kr. Geukeuh arah Lhokseumawe

015

Emplasemen Stasiun Kr. Geukueh arah Bungkah

Di Stasiun ini pula terdapat Gerbong Penolong yang baru tiba di Aceh pada bulan Februari 2015 lalu (Link Berita) Kondisi Gerbong Penolong bernomor SN 0 14 01 ini tidak terawat, terpalnya pun sudah rusak padahal tidak pernah beroperasi sejak sarana tersebut tiba di Aceh.

016

SN 0 14 01

Demikianlah kondisi Sarana dan Prasarana perkeretaapian di Sub.Divre 1.1 Aceh, semoga perkeretaapian Aceh dapat bangkit dan beroperasi kembali.

Bonus, Stasiun Krueng Geukuh eks ATT/ASS

iMG_1826

Stasiun Kr.Geukuh Atjeh Tram

Sekian dari kami, Salam.

Divre 1 Railfans

 

Divre 1 Railfans to Aceh – Part 1

Halo teman-teman dimanapun berada! Divre1Railfans balik lagi nih!

Kali ini kami mau berbagi sedikit cerita tentang perjalanan tanggal 19-20 Maret 2016 yang lalu, di tanggal itu kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Provinsi Aceh untuk melihat dengan ‘mata kepala sendiri’ kondisi perkeretaapian di Tanah Rencong. Target perjalanan ini sendiri adalah melihat secara langsung pembangunan Jalur KA di wilayah ini, terutama untuk menjawab rasa penasaran kami tentang lebar rel (gauge) yang digunakan dalam lanjutan proyek pembangunan perkeretaapian Provinsi Aceh (Khususnya Wilayah Bireun dan Lhokseumawe).

Perjalanan menuju Bireun dimulai dari Medan pukul 22.30 dan setelah menempuh jarak sekitar 400km dengan waktu tempuh kurang lebih 6 Jam kami pun tiba di sebuah SPBU di Kota Bireun untuk beristirahat dan menunggu matahari terbit sebelum memulai ‘misi’ 😛

Misi pun dimulai! Setelah cukup beristirahat kami memulai misi dengan mencari informasi tentang pembangunan rel KA di daerah ini, kami pun bertanya kepada petugas SPBU tentang hal tersebut dan ia mengatakan bahwa ada pembangunan jalur KA berlokasi kurang lebih sejauh 5 km ke arah utara (arah Banda Aceh) dari  SPBU ini. Setelah menerima informasi tersebut kami pun menuju arah yang di tunjuk untuk melihat secara langsung. Tetapi setelah 5 Km kami tidak menemukan adanya pembangunan Jalur KA yang kami temui adalah…

Gudang Persediaan Tempat Bantalan Ditumpuk!! 😀

Lokasi : 5.202629, 96.646966

Ket : Tumpukan Bantalan di Gudang Persediaan Milik Ditjen KA di Kab. Bireun (Lokasi : 5.202629, 96.646966)

pas mutar balik eh dapat bonus ini 😛

4

Eks Railbed 700mm AT/ASS

5

Perlintasan Sebidang eks Gauge 700mm antara Bireun – Banda Aceh

Karena tidak mendapatkan apa yang kami inginkan kami melanjutkan perjalanan menuju Pusat Kota Bireun untuk Sarapan terlebih dahulu, lalu kami kembali melanjutkan misi untuk mencari railbed yang sedang dibangun. Di Kec Kuta Blang menemukan ini :

Ket : Railbed di Greung Gampong, Kutablang (5.210887, 96.814442)

Ket : Jembatan BH 636 (5.210887, 96.814442)

Kami pikir ini adalah railbed yang akan atau sedang dikerjakan sekarang, akan tetapi setelah dipelajari kembali ternyata Railbed diatas adalah Railbed yang dibangun di era pemerintahan Presiden SBY yang sepertinya tidak akan digunakan lagi.

Kembali ke Jalinsum untuk menuju Lhokseumawe akhirnya yang kami cari ketemu juga!

Taaaraaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Lokasi Tepatnya berada di Cot Tunang Kec. Gandapura, Kab. Bireun | Kordinat :5.214735, 96.849465

Ket : Underpass Jalan Desa

14

Foto Bareng dulu!

Naik Keatas Railbed yang tingginya kira-kira 6-7m

Ket : Pemandangan Diatas Railbed

Bergeser Sejauh 300m dari lokasi tadi, underpass lagi..

15

Underpass KA

Dan…. 😀

Akhirnya melihat langsung juga setelah sebelumnya cuma bisa tau dari Sini

16

Underpass Jalinsum Medan-Banda Aceh

17

Underpass Jalinsum Medan – Banda Aceh

18

Lihat Tingginya 😀

Kemudian naik ke atas railbed yang tingginya luarbiasa ini..

19

Foto Underpass Tampak Atas

Setelah itu balik badan, jalan sedikit.. dan…..

Ket : Tumpukan Bantalan dan Rel gauge 1435mm terpasang.

FYI : sudah disaksikan dengan mata kepala sendiri tidak ada regauge, rel terpasang adalah rel bergauge 1435mm. Jadi untuk foto2 pembangunan KA Aceh yang sempat menjadi polemik di kalangan railfans (Disini dan Disini) adalah rel foto bergauge 1435mm.

Di lokasi ini bantalan dan rel yang digunakan adalah cabutan dari railbed trase eks AT/ASS yang pernah direvitalisasi di zaman pemerintahan Presiden SBY namun mendapat penolakan dari warga karna trase yang melewati pemukiman dan disisi jalan lintas sumatera. Buktinya :

23

Cap Bantalan Bertanggal 22 Februari 2008

24

Foto Lagi diatas rel gauge 1435mm

Lanjutttttt!! Ke Lokasi Berikutnya di Cot Puuk Kec. Gandapura, Kab. Bireun | Kordinat : 5.224872, 96.873585

Ket : Trase Lama Yang Pernah direvitalisasi dan Trase Baru Yang sudah terpasang rel.

Next Location! Blang Keude Kec. Gandapura, Kab Bireun | Kordinat : 5.232178, 96.884586

28

Jembatan KA

29

Jembatan KA

30

Sisi Lain

31

Lebih Dekat

32

Pondasi

Setelah Jembatan Grider, relnya mulai menurun dan mendekati wilayah Stasiun Krueng Mane

33

Ketemu Underpass Lagi

34

Menurun

Lokasi foto diatas sama dengan foto Ini

Dan berakhir disini! Km. 0+000 sudah tersambung dengan jalur KA Perintis yang telah ada di Ujung Stasiun Krueng Mane.

35

Km 0+000

Demikian cerita kami tentang dokumentasi proyek pembangunan KA Aceh, semoga cerita ini bisa menjawab rasa penasaran teman-teman tentang perkembangan perkeretaapian di wilayah Provinsi Aceh. Cerita selanjutnya mengenai kondisi sarana dan prasarana KA yang telah ada akan dilanjutkan di Part ke 2.

Terimakasih!! 😀

Salam Divre 1 Railfans

%d blogger menyukai ini: